Monthly Archives: November 2016

“KAPTEN YANG SEBENARNYA”

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.👉🏻‭Yohanes‬ ‭14:6‬ ‭💐

“Kapten yang Sebenarnya”

Satu cara untuk mendeskripsikan Yesus sebagai penolong dalam misi penyelamatan. Saat Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup,” Dia tidak sedang berkata, “Aku sebuah jalan dan sebuah kebenaran dan sebuah kehidupan.”

Pertanyaan kita kepada-Nya mirip dengan pertanyaan kita ke pilot atau nahkoda kapal di mana kita ada, karena kita penasaran, “Apakah Engkau benar-benar kapten-Nya (Anak Allah)?” 

Seiring terus berjalannya hidup, banyak dari kita secara pelan-pelan mulai tidak tertarik akan pertanyaan ini. Banyak dari kita merasa nyaman dengan luasnya ruang untuk kaki kita di pesawat. Dan kebanyakan dari kita tidak menghadapi kematian sehebat apabila kita akan meninggal dalam kapal yang sedang tenggelam. Tapi memiliki keyakinan terhadap kaptennya adalah pertanyaan utama dalam dua analogi tersebut. 

Di kapal, kepercayaan Anda (ataupun tidak) terhadap kaptennya akan membuat perbedaan. Sama dengan Yesus. Kalau misalkan ini adalah misi penyelamatan, kita tidak akan berkata, “Terserah saya mau ke mana.” Ya, bisa saja kalau Anda memang mau, tapi apabila Dia benar-benar kapten-Nya, satu-satunya yang mengerti semua nuansa dari keberadaan manusia, maka Dia benar-benar tahu jalannya. 

Atau mungkin saat Anda sedang mulai membaca Alkitab tentang Yesus, Anda mulai bertanya ke diri sendiri, “Apakah saya percaya Dia tahu jalannya?”

Jika Anda membaca rencana ini, bisa jadi atau tidak Anda sudah sampai pada titik di mana Anda sudah berkata “ya” pada pertanyaa ini. Atau mungkin Anda sudah berkata, “Ya, saya percaya. Tapi saya masih memiliki pertanyaan.” Jika itu Anda, kami bersama dengan Anda, dan kami ada untuk Anda. Tetaplah bertanya. Pertanyaan yang baik menunjukkan bagaimana Anda telah bertumbuh. Kekhawatiran dan ketidakpastian bukanlah hal asing.Tapi anggap saja Anda setuju kalau Yesus tahu jalannya. Kalau itu benar, pertanyaan pertama yang mungkin muncul adalah, “Apa yang harus saya lakukan untuk bisa mencapai jalan tersebut?” 

Dan di sinilah Yesus mengejutkan kita. Dia tidak berkata, “Ikuti ini.” Dia berkata, “Ikuti Aku.” Kapten kapal pesiar tidak mengarahkan kita ke peta, dia mengarahkan kita kepada dia sendiri. Yesus juga menunjuk diri-Nya sendiri, dan Dia mengajak kita untuk melakukannya.